BERITA VIDEO : TINJAU PROYEK POROS PASSO’BO’ – MATANGLI, DPRD PROVINSI MINTA KONTRAKTOR PELAKSANA LEBIH CERMAT

  • Bagikan

TANA TORAJA, – || Jurnaltivi.com || Pasca disoroti, pekerjaan proyek jalan poros Passo’bo’ – Matangli – Massupu’ yang menghubungkan Kabupaten Tana Toraja dengan Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi selatan, yang dikerjakan PT. Gangking Raya akhirnya dibenahi.

Proyek yang dibiayai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar enam puluh tujuh miliar lebih, sebelumnya diberitakan terkait dugaan penggunaan timbunan atau urugan pilihan yang tidak padat membuat beton bahu jalan mengambang. Kurang dari 24 jam langsung dibenahi oleh pihak PT. Gangking Raya.

Tak hanya itu, penggunaaan beton pada bahu jalan juga sebelumnya diberitakan terlihat tipis dan lebih rendah dari aspal hotmix, juga langsung dikerjakan dan ketebalannya ditambah, hal tersebut disampaikan Ashabur, Direktur PT Gangking Raya saat dikunjungi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Jon Rende Mangontan yang turun langsung kelapangan melihat progres pekerjaan.

BERITA VIDEO : LEMAH PENGAWASAN, PEKERJAAN POROS PASSO’BO’ – MATANGLI – MASUPU’ DIDUGA DIKERJA TAK SESUAI JUKNIS

Ashabur, Direktur PT Gangking Raya menyampaikan, bahwa pasca diberitakan media, jalan yang menjadi sorotan langsung dibenahi, sebab saat ini pekerjaan masih berlangsung sehingga tumpukan material yang ada dijalan terlihat semeraut.

Sementara Kepala UPT PUPR wilayah 2 Toraja – Enrekang, Kristian Sampe Bua membantah tudingan lemahnya pengawasan yang dilakukan dinas terkait, sebab menurutnya tak ada pembayaran, jika spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja dilanggar.

Kristian juga menyampaikan, bahwa saat ini proyek poros Passo’bo’ – Matangli – Massupu’ masih dalam tahap pekerjaan, jadi wajar kalau masih belum rapi, namun ia juga mengapresisasi pihak rekanan yang kurang dari 24 jam langsung melakukan pembenahan dibeberapa titik yang sempat menjadi sorotan.

Terpisah Jon Rende Mangontan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang melakukan pemantauan diproyek yang menggunakan anggaran puluhan miliar tersebut mengatakan, “progres pekerjaan saat ini sudah sesuai dengan spesifikasi, namun yang menjadi sorotan media beberapa waktu lalu juga terlihat sudah dibenahi pihak perusahan.

Jon Rende Mangontan atau yang lebih dikenal dengan sebutan JRM, berharap perusahan dapat bekerja lebih profesional, sebab jalan penghubung kabupaten yang selama ini dirindukan masyarakat bisa memberikan dampak positif kepada warga, agar mobilisasi hasil pertanian ke wilayah perkotaan lancar, sehingga bisa merubah perekonomian masyarakat.(Joni/JTV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *