Ragam Wisata

Indahnya Wisata Batu Runciang di Sawahlunto

493

Dijuluki ‘Batu Runciang’ oleh masyarakat sekitar, karena batunya berbentuk runcing dan tajam. Saat berada di Batu Runciang pengunjung akan menemukan banyak sekali batu kapur (karst) dengan berbagai ukuran yang sebagian ujungnya meruncing. Bahkan ada pula batu andesit raksasa yang tingginya mencapai 30 meter. Bebatuan ini terbuat secara alami sejak jutaan tahun silam.

Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta, SH menyebutkan, Wisata Batu Runciang sudah ditetapkan sebagai geopark nasional.

“Batu runcing adalah salah satu geosite dari geopark Sawahlunto yang sudah ditetapkan geopark nasional, ini merupakan lantai dasar laut berumur lebih kurang 230 juta tahun yang lalu, dan tahun ini kita akan lakukan pengaspalan untuk memudahkan fasilitas pendukung kunjungan ke sana,” ungkapnya.

Selain itu, Deri Asta menambahkan bahwa wisata Batu Runciang saat ini menjadi incaran wisatawan asing, dan menjadi menjadi destinasi wisata favorit di Sumatera Barat.

“Maka dari itu biar pengunjung semakin meningkat, fasilitas harus kita perbaiki dulu, insyaa Allah pengunjung akan selalu bertambah,” tuturnya.

Sementara Irland Muhammad, anggota DPRD Sawahlunto, menegaskan, Geosite Batu Runciang selain bagian dari geopark nasional di Sawahlunto, juga telah ditetapkan masuk dalam status Daerah Tujuan Wisata (DTW).

“Dengan status ini peluang untuk mendapatkan dana pusat untuk pengembangan sangat besar,” harapnya.

Saat ini, untuk penyelesaian jalan menuju lokasi diambil dari Program Dana Alokasi Khusus (DAK) PUPR. Tak hanya itu, kini juga sedang disiapkan DAK untuk sentra Industri Kecil Menengah (IKM) tenun dan songket, sebagai pendukung Wisata Batu Runciang.

Dalam APBD 2023 Kota Sawahlunto akan ada juga Anggaran untuk Fasilitas umum seperti pembukaan lokasi parkir dan toilet. Semoga akan ada lagi anggaran2 yang akan mempercantik Kawasan Wisata Alamiah ini ungkap nya.(**)

Exit mobile version