Hal senada juga disampaikan Parawangsa selaku Tubara Turong yang mengatakan jika, sebelum Seko Fajar masuk terlebih dahulu pihak BPN yang masuk ke seko menyampaikan bahwa ini untuk kebaikan masyarakat, namun setelah Seko Fajar masuk memasang patok justru patok tersebut bertuliskan BPN.
“beberapa hari yang lalu kami mendapatkan informasi bahwa pihak BPN dan Bank Tanah akan datang dan langsung kelapangan tanpa sosialisasi lagi, sehingga saya mengatakan Kalau ada yang kita dapatkan di gunung, kita usir, karena tanah disini sudah tidak ada yang kosong lagi. Terang Parawangsa dengan nada kesal.
Pertemuan yang dihadiri sejumlah pihak tersebut masih belum menemukan titik terang, baik itu dari perwakilan adat maupun masyarakat, sehingga Camat Seko menutup pertemuan itu dan meminta kepada para perwakilan adat untuk membuat Berita Acara Penolakan yang mana kemudian ditandatangani. (Accy/JTV)
