Menyinggung soal seragam yang tidak ada saat pembukaan menurut, Muhammad Faizal, kebetulan saat dilangsungkan pembukaan sejumlah atlet asal Sulbar ikut dan mereka belum menerima seragam yang terlambat selesai dicetak.
“Sejumlah peserta yang belum memegang seragam ikut hadir di lokasi pembukaan, padahal mereka belum mendapatkan seragam kontingan,” ujarnya.
Jumlah atlet yang ikut dalam O2SN yang digelar di Jakarta tersebut hanya 10 orang saja. Masing masing cabor 2 orang atlet yang mewakili Sulbar.
“Atlet yang diberangkatkan ke Jakarta hanya 10 orang sisanya yang diberangkatkan adalah pendamping,” tutur Muhammad Faizal.
Berita terkait, 25 atlet Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) mewakili Sulawesi Barat (Sulbar) saat diberangkatkan dari Mamuju, menuju Bandara Tampapadang diterlantarkan oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemprov Sulbar karena puluhan atlet yang berasal dari 6 kabupaten di Sulbar harus berangkat sendiri sendiri dari rumah ketua kontingan 02SN Sulbar.
“Saya saat mengantar anak saya dari Kota Mamuju menuju Bandara Tampapadang terpaksa mengikutkan sejumlah atlet yang tidak memiliki kendaraan ke bandara. Atlet yang ikut di mobil saya merupakan atlet karate yang berasal dari Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mereka ikut numpang di mobil saya karena tidak ada yang mengantar ke bandara,” ungkap Marlin, salah seorang orang tua atlet, yang dihubungi wartawan via telepon Senin (12/8/2024).(m1)
