Pihak rumah sakit yang dicoba untuk mengkonfirmasi data pasien yang terdampak akibat banjir rob tersebut tidak ada yang mau memberikan keterangan.
Seorang kerabat pasien mengaku, air banjir rob masuk ke dalam ruangan perawatan sekitar pukul 18.15 wita.
“Air banjir mulai merendam ruangan di dalam rumh sakit pada saat Magrib. Saya kesini mengantar kerabat yang mengalami sakit,” ungkap Syahrul Sukardi, salah seorang kerabat pasien yang baru masuk RS Bhayangkara.
Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol, Slamet Wahyudi, yang dikonfirmasi wartawan media ini mengatakan, tidak ada aturan yang melarang wartawan meliput di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju.
“Wartawan bisa meliput di Rumah Sakit Bhayangkara tidak ada aturan yang melarangnya,” jelasnya.(m1)
