Sedangkan, Wilda Widiawati, MM mengungkapkan bahwa penelitiannya yang bertajuk
Penerapan Teknologi Pemurnian untuk Meningkatkan Kualitas dan Daya Tahan Virgin Coconut Oil merupakan wujud komitmennya untuk menghadirkan solusi nyata bagi pelaku usaha lokal, khususnya pengolah kelapa di wilayah Enrekang.
“Dengan dukungan Universitas Hasanuddin sebagai perguruan tinggi pendamping, kami menargetkan tidak hanya peningkatan kualitas produk VCO melalui inovasi teknologi pemurnian, tetapi juga penguatan aspek branding, pemasaran digital, legalitas produk, hingga jejaring distribusi,” ujarnya.
Harapannya, produk VCO lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas, memiliki daya tahan lebih lama, dan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.
Pendanaan dari Program Kosabangsa ini menjadi motivasi besar bagi tim untuk bekerja maksimal, memastikan setiap tahapan kegiatan memberikan manfaat berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mitra desa, dan pelaku UMKM.
Kami optimis, melalui kolaborasi dan pendampingan intensif, VCO Enrekang akan menjadi salah satu ikon unggulan daerah yang dikenal di tingkat nasional bahkan internasional, kunci Wilda.
