Secara umum, acara ini mendapatkan kesan positif dari peserta. “Adaptasi dan masalah kesehatan mental sangat krusial untuk saat ini. Acara ini menjadi wadah untuk bertemu orang baru yang mengalami perjuangan yang sama.
Apresiasi bagi KJRI Hamburg dan Pemerintah Indonesia untuk dapat banyak menyelenggarakan kegiatan seperti ini karena bermanfaat para PMI tidak hanya dalam jangka pendek maupun jangka panjang” demikian ujar Akmal, salah seorang peserta dari Hamburg. Coach Bayu Prihandito yang juga baru mendengar mengenai kunjungan Wakil Menteri Perdagangan dan Wakil Menteri P2MI dalam mempromosikan dan meningkatkan pelindungan skilled worker Indonesia di Jerman, menyatakan apresiasinya atas keseriusan Pemerintah Indonesia menangani pekerja migran.
“Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengangkat tema kesehatan mental dan melawan stigma bahwa pembahasan kesehatan mental adalah sesuatu yang tabu.” ungkap coach Bayu.
Sejalan dengan momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025, KJRI Hamburg mengajak seluruh masyarakat Indonesia di Jerman Utara untuk membangun solidaritas antar sesama, saling peduli, dan bersama-sama menjaga kesehatan mental. Setiap tantangan dan perjalanan akan lebih mudah ditempuh saat kita tahu, bahwa kita tidak sendirian. (*)
