Hatta menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara pelaku mengakui perbuatannya. Namun dia tidak mengetahui secara persis jumlah uang yang dia rampok malam itu.
“Dia mengakui merampok, namun dia tidak hitung jumlahnya. Tapi dari hasil pemeriksaan uang yang hilang di Kantor Pos itu Rp 600 juta,”ungkap Hatta.
Pelaku juga mengakui telah membuang pisau di jembatan bili- bili kabupaten gowa usai menikam korbannya.
Aksi pelaku Suprianto nekat merampok kantor Pos tempatnya bekerja dan melukai pimpinannya karena ia kecanduan judi online. dan sudah di gunakan kurang lebih 1 juta rupiah hasil rampok kantor pos tersebut.
korban bernama Suanto Tahir (40) pekerjaan Kepala kantor pos Indonesia Cabang Takalar beralamat paccerakkang Kecamatan birngkanya, Kota Makassar.
Akibat luka tikaman, Korban masih menjalani perawatan di salah satu Rumah sakit di kota Makassar.
Kronologi Kejadiannya pada hari jumat Sekitar pukul 20:00 wita terjadi tindak pidana pencurian dan kekerasan yang di lakukan oleh pelaku Suprianto Dg Gassing (43).
