Ia menyampaikan rasa senangnya melihat tingkat okupansi pasien yang cukup tinggi, meskipun lokasi rumah sakit tidak berada di pusat kota. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.
Ia juga menilai adanya potensi pengembangan medical tourism dengan memanfaatkan keunggulan pariwisata Kota Makassar serta biaya layanan kesehatan yang relatif terjangkau bagi pasien mancanegara.
Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Muhammad Arfan menambahkan bahwa bisnis rumah sakit merupakan salah satu sektor yang sangat berkelanjutan dalam jangka panjang, terutama apabila reputasi layanan terus dijaga dan ditingkatkan.
Ia mengapresiasi capaian Tingkat Hunian Tempat Tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) yang tinggi serta melihat potensi besar RSOJ untuk terus dikembangkan, mengingat keunggulan spesifik di bidang layanan otak dan jantung yang masih terbatas di wilayah Indonesia Timur.
Kedekatan lokasi rumah sakit dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga dinilai menjadi nilai tambah strategis. Ia turut mendorong kajian rencana ekspansi ke depan, seiring meningkatnya reputasi dan tingkat hunian, mengingat besarnya potensi pasar captive maupun non-captive, khususnya dari perusahaan pertambangan dan migas.
