“Tahunini juga menjadi pertama kalinya Sulawesi Barat berhasil meloloskan tiga event sekaligus dalam ajang KEN, sebuah capaian yang menunjukkan semakin kuatnya daya saing event-event unggulan Sulbar di tingkat nasional,” kata Abdy Yansya.
Ketiga event tersebut memiliki karakter dan daya tarik yang berbeda. Mandar Culture Festival menampilkan kekayaan adat, seni, dan tradisi Mandar yang sarat nilai kearifan lokal. Manakarra Fair menjadi etalase promosi UMKM, seni pertunjukan, dan budaya lokal yang dikemas modern. Sementara Sandeq Silumba mengangkat tradisi perahu sandeq sebagai identitas maritim Sulawesi Barat yang ikonik.
Abdy Yansya berharap, masuknya ketiga event tersebut tidak hanya memperkuat citra pariwisata Sulawesi Barat, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. (**)
