“Capaian ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan layanan skrining kesehatan dasar secara rutin. Kolaborasi dengan DPRD menjadi peluang besar untuk memperluas jangkauan layanan,” ujarnya.
Menurut dr. Nursyamsi, integrasi kegiatan reses DPRD dengan CKG dapat menjadi terobosan efektif untuk menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan dan terpencil yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan formal.
Keterlibatan langsung anggota DPRD di tengah masyarakat dinilai mampu meningkatkan sosialisasi, kepercayaan, dan partisipasi warga dalam memanfaatkan layanan kesehatan.
Program ini juga sejalan dengan arah pembangunan kesehatan Sulawesi Barat dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter sebagaimana tertuang dalam visi pembangunan daerah yang digagas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Melalui deteksi dini penyakit dan pemantauan kesehatan secara berkala, pemerintah daerah berharap kualitas hidup serta produktivitas masyarakat Sulbar dapat meningkat secara berkelanjutan.
