Upaya ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, melalui penguatan literasi serta pelayanan publik yang inovatif dan inklusif.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula, mengatakan bahwa konsep ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang literasi yang tidak kaku, termasuk dalam suasana Ramadhan.
“Ramadhan adalah momentum meningkatkan ibadah dan ilmu pengetahuan. Kami ingin perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan untuk memperdalam wawasan, bukan hanya tempat meminjam buku. Dengan fasilitas lesehan, pengunjung bisa merasakan suasana yang lebih santai namun tetap produktif, bahkan sambil menunggu waktu berbuka,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.
Melalui Bidang Layanan dan Pengembangan Bahan Pustaka, peningkatan kualitas pelayanan terus dilakukan, mulai dari optimalisasi ruang baca, layanan sirkulasi, hingga penyesuaian jam layanan selama Ramadhan agar tetap memberikan akses maksimal kepada masyarakat. Petugas juga menghadirkan pelayanan yang lebih ramah dan humanis guna menciptakan suasana yang nyaman dan penuh kekeluargaan.
