“Sejak awal kami sudah merencanakan pola tanam secara bertahap agar panen tetap berjalan lancar meskipun bertepatan dengan bulan Ramadhan. Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan ketersediaan benih tetap aman dan terjaga,” ujar Nasaruddin di sela-sela kegiatan panen.
Adapun varietas calon benih padi yang dipanen terdiri dari Mekongga, Ciliwung, Ciherang, Inpari 32, serta IR Nutrizinc. Varietas IR Nutrizinc menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena merupakan padi biofortifikasi yang kaya kandungan zinc. Kandungan tersebut berperan penting dalam membantu pencegahan stunting serta mendukung perbaikan gizi masyarakat.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyampaikan bahwa potensi produksi benih dari panen awal tahun ini diperkirakan mencapai kurang lebih 30 ton, yang dapat memenuhi kebutuhan benih untuk pertanaman seluas sekitar 1.200 hektare.
“Kami berharap hasil ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi di Sulawesi Barat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
