Edukasi

Melalui Layanan Samkel Sampaga UPTD Pelayanan Pajak Mamuju Raup Rp14,04 Juta 

148

Menariknya, mayoritas transaksi dilakukan secara non-tunai melalui barcode QRIS. Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya literasi digital masyarakat sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.

Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa optimalisasi layanan keliling menjadi salah satu strategi konkret dalam mengakselerasi capaian PAD 2026.

“Layanan Samsat Keliling ini bukan hanya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong kepatuhan wajib pajak. Kita ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan kemudahan, sementara daerah memperoleh pendapatan secara maksimal dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola pelayanan berbasis jemput bola akan terus diperluas, terutama di wilayah dengan potensi kendaraan bermotor yang cukup besar namun akses ke kantor pelayanan masih terbatas.

Dengan capaian Rp14,04 juta dalam satu hari layanan di Sampaga, Bapenda Sulbar optimistis tren positif ini akan terus berlanjut dan berkontribusi signifikan terhadap target PAD Tahun 2026, sekaligus memperkuat fondasi tata kelola keuangan daerah yang transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. (**)

Exit mobile version