Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dan tidak kehilangan semangat dalam membangun daerah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
Dari sisi ekonomi, Sulbar mencatat pertumbuhan sebesar 5,36 persen pada 2025, melampaui angka nasional yang berada di 5,1 persen. Kabupaten Pasangkayu bahkan menunjukkan performa lebih tinggi dengan pertumbuhan mencapai sekitar 10 persen.
“Ini menunjukkan arah pembangunan ekonomi Pasangkayu sudah berada di jalur yang benar, karena selain tumbuh juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka juga mengulas sejarah pembentukan Kabupaten Pasangkayu yang tidak terlepas dari proses panjang, termasuk keterkaitannya dengan lahirnya Provinsi Sulbar. Ia menekankan pentingnya pengorbanan dan kepentingan bersama dalam pembangunan daerah. Selain itu, ia mengingatkan seluruh pejabat dan pemangku kepentingan untuk menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi.
