Dalam forum tersebut, IPTU Muhammad Nasrum Sujana bersama peserta rapat membedah sejumlah isu krusial yang menjadi perhatian publik, antara lain:
* Pemetaan Titik Rawan: Mengidentifikasi lokasi-lokasi yang memiliki intensitas kemacetan tinggi dan rawan kecelakaan (black spot).
* Penegakan Aturan: Strategi penertiban terhadap kendaraan yang melanggar regulasi guna menekan angka pelanggaran di jalan.
* Edukasi Masyarakat: Langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran warga agar lebih disiplin dan tertib berlalu lintas.
* Kolaborasi Infrastruktur: Koordinasi dengan pihak PUPR dan Dishub terkait kelayakan rambu serta kondisi jalan.
Melalui pertemuan ini, seluruh instansi terkait sepakat untuk memperkuat komitmen dalam mendukung terciptanya Kamseltibcarlantas yang lebih baik. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan penyedia layanan perlindungan kecelakaan diharapkan mampu meminimalisir risiko di jalan raya, tutupnya.(Rilis/JTV)
