Menurutnya, sebagai warga lokal, dirinya tidak pernah mendapat informasi terkait proses perekrutan karyawan SPPG tersebut.
Bahkan, Busriadi mengaku sempat beberapa kali mendatangi dapur MBG sebelum mulai beroperasi untuk mempertanyakan perekrutan tenaga kerja, namun tidak mendapat tanggapan.
“Hanya ada beberapa warga lokal yang dipekerjakan. Sebagian besar justru dari luar kampung. Padahal seharusnya yang diprioritaskan warga setempat dulu,” katanya.
Sementara itu, Koordinator MBG BGN Sulbar, Firazh Ahmadilla mengatakan pihaknya akan melakukan konfirmasi terkait keluhan warga tersebut.
Menurutnya, relawan maupun pekerja SPPG seharusnya lebih banyak berasal dari wilayah sekitar dapur MBG.
“Kami konfirmasi terlebih dahulu pak, tapi jika benar, ini tidak dapat dibenarkan. Seharusnya relawan SPPG mayoritas dari dekat dapur,” ujar Firazh saat dikonfirmasi. (**)
