“Bonus yang saya berikan murni dari pihak Yayasan tapi kenapa Kepala SPPG tetap berkeras untuk tetap belum mau membuka suspen dari Dapur MBG Kalukku Kabuloang I,” bebernya.
Lebih jauh dia mengatakan, Dinas Kesehatan sendiri sudah 4 sampai 5 kali mendatangi dapur MBG Kalukku Kabuloang I. Kenapa Kepala SPPG ngotot menolak untuk tidak memberikan rekomendasi.
“Saya sebagai Ketua Yayasan berharap pihak BGN mempertimbangkan keberadaan Kepala SPPG Kalukku Kabuloang I. Terlebih lagi yang bersangkutan sangat menghambat program dari presiden Prabowo Subianto,” kesalnya pada wartawan.
Koordinator BGN Sulbar yang coba dihubungi wartawan soal kondisi SPPG Kalukku Kabuloang I hingga saat ini belum bisa dihubungi.
Hingga berita ini diturunkan wartawan media ini masih berupaya menghubungi Koordinator BGN Sulbar.(m1)
