Pembangunannya atas amanah ibunda beliau, sementara nama “Al Jabbar” dipilih sebagai penghormatan kepada mendiang kakek buyutnya, Andi Jabbar Puang Jala, seorang tokoh pejuang Bone yang mengisi kekosongan kekuasaan di Kerajaan Bone selama 26 tahun, yakni pada periode 1905 hingga 1931.
Proses penyembelihan hewan kurban melibatkan pengurus masjid bersama warga sekitar.
Daging kurban kemudian dipaketkan menggunakan wadah tertutup dan didistribusikan kepada ratusan warga di sekitar lokasi penyembelihan.
Secara edukatif, total bobot hidup dua ekor sapi memang mencapai sekitar 1,7 ton. Namun, dalam proses pemotongan hewan kurban, daging bersih yang dapat dibagikan umumnya berkisar 35 hingga 40 persen dari bobot hidup.
Artinya, dari total bobot 1,7 ton tersebut, estimasi daging bersih yang dapat dikonsumsi dan dibagikan kepada masyarakat berada pada kisaran 600 hingga 650 kilogram.
Sementara sisanya terdiri atas tulang, kulit, kepala, jeroan tertentu, lemak, serta bagian lain yang tidak seluruhnya masuk kategori daging bersih siap konsumsi.
