“Kami ingin memastikan ekonomi kerakyatan tumbuh dari hulu ke hilir. Peternak binaan kami berikan kepastian pasar dengan stok hewan yang terjaga kualitasnya. Melalui pendampingan ini, kami berharap usaha mereka semakin berkembang dan secara bertahap dapat naik kelas—dari semula menjadi penerima manfaat, ke depan mampu tumbuh menjadi pemberi manfaat atau pembayar zakat (muzaki),” tambah Anggoro.
BSI juga berkomitmen mengimplementasikan distribusi hewan kurban ramah lingkungan dengan menggunakan besek bambu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan (sustainability). Daging kurban didistribusikan kepada lebih dari 600 ribu kantong yang dialokasikan bagi masyarakat duafa, wilayah terdampak bencana, serta pesantren.
BSI juga menjamin seluruh hewan kurban yang disalurkan berada dalam kondisi sehat, prima, serta telah mengantongi sertifikat kelulusan uji klinis dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan Dinas Peternakan setempat. (*)
