“Hentikan diskriminatif kontraktor lokal di Balai Wilayah Sungai Sulawesi V. Evaluasi semua pekerjaan talud diduga tidak sesuai spesifikasi. Kepala balai jika tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut dipersilahkan tinggalkan Sulbar, ” ujar Akbar dalam orasinya. .
Akibat pihak Balai tidak ada yang mau menemui massa aksi akhirnya massa aksi melakukan aksi vandalisme, tembok Kantor Balai di tulisin massa aksi dengan tulisan disegel oleh mahasiswa.
Setelah melakukan aksi vandalisme massa aksi membubarkan diri namun sebelum membubarkan diri massa aksi mengancam akan kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah yang jauh lebih besar.(m1)
