Sejumlah pihak di internal KONI menyampaikan dugaan bahwa penggunaan anggaran tersebut belum disertai laporan pengelolaan keuangan yang dinilai transparan. Namun hingga saat ini, dugaan tersebut masih berupa klaim yang berkembang di ruang publik dan belum dibuktikan melalui hasil audit maupun proses hukum yang berkekuatan tetap.
Salah seorang pengurus yang mengundurkan diri juga menyampaikan kepada sejumlah media bahwa kekhawatiran terhadap tata kelola anggaran menjadi salah satu alasan dirinya memilih mundur dari kepengurusan.
Selain persoalan anggaran, Ketua KONI Makassar Ismail juga menjadi sorotan terkait dugaan rangkap jabatan. Polemik tersebut muncul karena posisinya sebagai anggota legislatif aktif sekaligus Ketua KONI Makassar dinilai oleh sejumlah kalangan berpotensi menimbulkan persoalan dari sisi tata kelola organisasi maupun ketentuan yang berlaku. Hingga kini, perdebatan tersebut masih berlangsung di ruang publik dan belum terdapat keputusan resmi yang menyatakan telah terjadi pelanggaran.
