Selain akses pendidikan gratis bagi anak-anak perempuan dan program keterampilan kerja sehingga perempuan bisa mandiri, mobilitas migrasi juga harus dibatasi oleh pemerintah yang kalau tidak dilakukan bisa mempengaruhi dan menyebabkan anak perempuan tergesa-gesa menikah.
“Peran masyarakat sangat penting dalam menyukseskan program menunda pernikahan dini. Dengan edukasi yang tepat, pembentukan komunitas berbasis dukungan, dan perlindungan hukum yang kuat, diharapkan angka pernikahan dini bisa turun dan anak-anak bisa terhindar dari risiko dampak negatif yang ditimbulkannya.” pungkas Sekretaris Dinkes Sulbar itu.
Dalam sosialisasi percepatan penurunan stunting, ratusan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut diantaranya ibu – ibu Bhayangkari, Ibu Persit, Kader Posyandu, komunitas emak – emak serta sejumlah tokoh perempun Sulbar.(Gs/JTV)
