Mamuju-Jurnaltivi.com-Proyek Data Persisi yang dicanangkan oleh mantan pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Akmal Malik, tahun anggaran 2022 lalu yang menelan anggaran APBD Sulbar sebesar 19 Milyar Rupiah dipertanyakan oleh pegiat anti korupsi, Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Sulbar.
“Satu data Sulbar ini Kami sangat sayangkan pemerintah belum mengoptimalkan satu data Sulbar ini karena masih ada desa di Sulbar ini belum dilakukan pendataan atau presisisi,” ungkap Ketua Harian Gerak, Yoga, yang ditemui di Kantor Gerak, Rabu (7/8/2024).
Yoga, menambahkan, akibat masih adanya desa yang belum memiliki data persisi, akibatnya desa yang belum memiliki data persisi tersebut masih bingung dalam membangun dan mengembangkan desanya.
“Itu semua bukti tidak keseriusan pemerintah dalam mengelolah proyek satu data Sulbar ini,” jelas Yoga pada wartawan.
Lanjutnya, diduga proyek data persisi yang di anggarkan dengan dana sebesar 19 Milyar Rupiah, hanya untuk untuk kepentingan orang tertentu.
“Program data persisi ini hanya untuk membuat program untuk mendapatkan keuntungan olwh oknum oknum tertentu,” jelanya.
