Kita yang menitipkan suara pada DPR RI sebagai tukang pos Rakyat pada akhirnya sudah krisis kepercayaan.
Lembaga yang dibentuk untuk memperjuangkan kepentingan rakyat ini justru menjadi kelompok persekongkolan para penguasa demi membangun nafsu kekuasaan. Tidak lagi menjaga kepercayaan rakyat.
Sebaiknya lembaga DPR-RI menampilkan performa terbaiknya sebagai tukang pos Rakyat. Agar segala risalah dibacakan sesuai kepentingan negara. Karena hakikatnya rakyat inginnya politisi, partai dan penguasa menghormati negara dan seluruh cara kerjanya memiliki format hukum.
Seharusnya kekuasaan tidak menjadi bunyi hukum, melainkan bunyi hukum yang menjadi kekuasaan tertinggi.
Sudah sejak lama rakyat menitipkan harapan kepada para pemangku kepentingan di lembaga tertinggi negara, tetapi nampaknya harapan baik itu pupus ketika ratusan Anggota DPR RI tidak lagi berpihak pada asas kepentingan demokrasi sehat di Indonesia.
Harapan tidak pernah hilang, demikian juga ancaman lainnya. Ketika kebebasan bernegara dipulihkan oleh MK, namun dicederai kembali oleh DPR – RI. Maka hanya ada satu kata. LAWAN!
