Kata dia, Kemenag Mamuju sebagai inisiator mengundang seluruh stakeholder yang bisa mendinginkan suasana, menjelang Pilkada dan pasca pilkada. Sehingga narasi-narasi yang terbangun bisa menyentuh ke lapisan masyarakat agar momentum pesta demokrasi tetap sejuk dan damai.
“Khususnya toko-tokoh agama yang memberikan edukasi dan pencerahan, kepada jemaatnya, agar supaya pemilihan itu dianggap biasa, karena itu dengan FGD ini memberikan warna perdamaian,” jelasnya.
Dia menambahkan, Tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM dan Media hingga aktivis mahasiswa bisa menggaungkan bahwa Pilkada damai harus diwujudkan.(m1)
