Mamuju-Jurnaltivi.com-Seorang pasien di desa terpencil di Desa Bela Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, meninggal dunia saat ditandu dari desa menuju puskesmas rujukan. Korban ditandu sejauh 21 kilo meter dengan menggunakan bambu.
“Korban ditandu oleh warga sejauh 21 kilo meter dari Desa Bela Kopeang, setibanya ditempat penjemputan mobil ambulance menuju Puskesmas pasien meninggal dunia. Pasien akhirnya kembali ditandu pulang ke kampung,” ungkap akun Meta milik Pardi Daud yang viral.
Ironisnya, jalan menuju Desa Bela Kopeang rusak parah sejak 76 tahun lalu. Hingga hari ini Pemkab Mamuju belum juga membenahinya.
“Kami warga Desa Bela Kopeang berharap agar pemerintah membenahi jalan desa kami yang sudah 76 tahun namun tidak pernah diperbaiki,” bebernya dalam akun Meta.
Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, yang dikutip dari TVRI soal jalan Desa Bela Kopeang, hanya bisa menyampaikan keprihatinannya karena kondisi jalan yang sangat butuh perhatian.
“kita akui kondisi APBD kabupaten Mamuju, itu tak bisa menyelesaikan masalah yang ada di kopeang, sehingga saya meminta semua pihak khususnya pemerintah provinsi dan pusat untuk sama-sama mengintervensi jalan yang ada di Kopeang,”ujar Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi. Selasa, (31/12/2024)
Sutinah mengakui ada dua wilayah di kabupaten Mamuju yang sangat membutuhkan perhatian yakni kecamatan Kalumpang dan Tapalang(Bela Kopeang) olehnya dia berharap ada kolaborasi dengan pemprov dan pemerintah pusat dan kabupaten untuk menyelesaikan infrastruktur jalan di dua wilayah kabupaten Mamuju tersebut.
“Bagaimana kita merangkul semua bahu membahu, bukan cuma pemerintah kabupaten saja, pemerintah provinsi dan pusat, memperbaiki jalan di dua wilayah kabupaten Mamuju tersebut,”Harap Sutinah
Sutinah menyampaikan dengan pemerintah baru di tingkat provinsi Sulbar, pihaknya bisa lebih erat menjalin kerjasama demi membangun infrastruktur di wilayah kabupaten Mamuju.(m1)
