Mamuju-Jurnaltivi.com-41 tenaga sekuriti Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) yang di rumahkan oleh Biro Umum Pemprov Sulbar, bukan dipicu akibat adanya refocusing anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemicu di rumahkannya 41 tenaga sekuriti kantor Gubernur Sulbar, karena sudah dihapusnya tenaga Honorer di Pemprov Sulbar.
“Berdasarkan aturan Kepmenpan No. 15 Tahun 2025, saat ini pemerintah provinsi tidak bisa lagi mengangkat tenaga honorer.Dengan adanya aturan baru tersebut, saya sebagai Kepala Biro Umum mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan,” ungkap Kepala Bro Umum Pemprov Sulbar, Anshar Malle, yang ditemui wartawan di ruangan kerjanya, Rabu (4/2/2025).
Anshar Malle, menambahkan sebelum Biro Umum merumahkan 41 tenga sekuriti yang sudah 4 tahun bekerja mengamankan kantor gubernur tersebut, pihak Biro Umum sudah melakukan konsultasi dengan BKD Pemprov Sulbar.
“Dari hasil konsultasi dengan BKD tersebut akhirnya saya dengan terpaksa merumahkan 41 anggota sekuriti yang sudah 4 tahun bertugas di Pemprov Sulbar,” ujarnya pada wartawan.
Lebih jauh dia mengatakan, agar 41 sekuriti yang di rumahkan tersebut tidak kehilangan pekerjaan pihak Biro Umum saat ini berkonsultasi dengan pihak BKN.
“Saya sebagai Kepala Biro Umum sudah mengintruksikan ke jajaran agar secepatnya berkonsultasi dengan pihak BKN. Jika hasilnya tetap tidak bisa di anggarkan untuk tenaga honorer yang tidak terdaftar di data base BKD maka dengan terpaksa harus di rumahkan,” bebernya.
Untuk mencegah bertambahnya jumlah pengangguran, lebih jauh, Ansar Malle, mengatakan, dia akan berupaya menampung semua tenaga sekuriti tersebut. Dia akan bekerjasama dengan pihak outshorshing untuk mencarikan lapangan pekerjaan baru kepada 41 tenaga sekuriti yang di Rumahkan tersebut.
“Kalau tidak ada lagi jalan maka saya akan mengajak semua tenaga sekuriti yang di rumahkan tersebut berkebun,” pungkasnya.(m1)
