Peristiwa

Antisipasi Bentrok Antara Pendukung dengan Penolak Tambang Pasir di Karossa, Polres  Mateng Siagakan 50 Personil Polisi

425

Mateng-Jurnaltivi.com-Antisipasi terjadinya bentrok antara pendukung dan penolak tambang pasir di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) Polres Mateng saat ini terjunkan 50 anggota personil Polisi.

“Jajaran Polresta Mateng saat ini sudah di siagakan di lokasi tambang pasir sebanyak 50 anggota. Anggota disiagakan di lokasi tambang untuk mencegah terjadinya bentrokan antara dua kubu penolak dan pendukung tambang pasir,” ungkap Kapolres Mateng, AKBP Hengky Kristianto, saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (28/4/2025).

Hengki, menambahkan, kondisi terkini di lokasi tambang pasir di Kecamatan Karossa masih dalam kondisi kondusif. Petugas yang disiagakan di lokasi saat ilni berupaya menjaga kondisi di lokasi tambang.

“Protes terhadap penolakan keberadaan tambang di Kecamatan Karossa tidak melanggar aturan. Yang pasti jangan ada bentrok diantara dua kubu terhadap kehadiran tambang pasir di Karossa.

Lebih jauh, Hengky, menjelaskan, pihak Polres Mateng saat ini, masih bisa menjamin keamanan di lokasi tambang yang sering terdapat aksi protes dari warga terhadap kehadiran tambang tersebut.

“Kalau kondisi sudah tidak bisa dikendalikan, saya akan berkoordinasi dengan pihak Polda untuk meminta bantuan personil tambahan dan jika perlu saya akan meminta ke Polda aga menerjunkan anggota Brimob untuk membantu menjaga keamanan di lokasi tambang,” jelasnya.

Issu yang beredar di masyarakat, di lokasi tambang pasir di Kecamatan Karossa saat ini sempat memanas. Hal itu dipicu akibat adanya korban kekerasan terhadap salah seorang warga yang menolak tambang di salah satu perumahan di Mamuju. Pelaku kekerasan merupakan salah seorang warga yang mendukung keberadaan tambang pasir di Karossa.

Aksi kekerasan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka bacok di bagian tubuh korban. Korban hingga saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Mamuju.

“Saya sebagai Kapolres berharap agar masyarakat dalam melakukan aksi protes terhadap tambang pasir yang ada tidak menggunakan kekerasan. Masyarakat sangat diharapkan agar lebih menjaga lingkungannya agar kondusif,” pungkasnya.(m1)

Exit mobile version