BeritaPeristiwa

Sekolah PAUD Disegel Kades Lamba Lamba Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga

603
×

Sekolah PAUD Disegel Kades Lamba Lamba Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Sebarkan artikel ini

Mateng, Jurnaltivi.com-Sekolah Paud yang ada di Desa Lamba Lamba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) disegel oleh Kepala Desa (Kades Pangale), Rabu (23/7/2025). Akibat aksi penyegelan yang dilakukan oleh Kades tersebut puluhan siswa PAUD Yayasan KB Kasih Bunde terpaksa belajar di rumah warga.

 

“Aksi penyegelan terhadap PAUD Yayasan KB Kasih Bunda sudah yang kedua kalinya ini. Penyegelan pada awalnya hanya dipicu akibat dari pihak desa tidak sepakat dengan pergantian Kepsek terhadap anak Ketua Yayasan yang diangkat jadi Kepsek karena Ketua Yayasan terangkat menjadi PPPK di Dinas Pendidikan Mateng,” ungkap Anugrah, Ketua Yayasan KB Kasih Bunda, dalam keterangannya melalui sambungan telepon.

 

Anugrah, menambahkan, setelah Kepsek diganti akhirnya Kades Lamba Lamba membuka segel dari sekolah. Anak anak bisa kembali melanjutkan sekolahnya dengan normal.

 

“Sekarang Kades Lumba Lumba kembali menyegel sekolah. Kades menyegel sekolah pihak sekolah belum mengetahui apa penyebabnya. Kades saat mekakukan aksinya dia tidak memberikan alasan,” jelasnya.

 

Pihak Kepsek PAUD KB Kasih Bunda, Kasmiati, dalam keterangannya di media sosialnya sangat menyayangkan aksi penyegelan yang dilakukan oleh Kades Pangale. Akibat sekolahnya disegel siswa Paud yang dibinanya kesulitan untuk menjalankan proses belajar dan mengajar.

 

“Mencerdaskan anak bangsa memang sulit walaupun sekolah kami disegel namun proses belajar dan mengajar tetap aktif,” keluhnya di Medsos.

 

Sekolah tersebut disegel oleh Kades dengan cara memasang penyangga balok di pintu ruangan belajar. Semua atribut sekolah yang terbuat dari baliho di cabut. Akibatnya saat ini nampak sekolah tersebut tidak seperti sekolah lagi.

 

Hingga saat ini media ini masih berupaya mencari dan menghubungi Kades Lamba Lamba yang menyegel sekolah tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan media ini belum berhasil menghubungi yang betsangkutan.(m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *