BeritaSorotan

Kades Lamba Lamba Ngotot Lanjutkan Segel Sekolah PAUD, Bangunan PAUD Aset Desa

472

Mamuju, Jurnaltivi.com-Kepala Desa (Kades) Lamba Lamba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) yang menyegel sekolah PAUD Bunda Kasih di Desa Lamba Lamba, ngotot untuk melanjutkan aksi penyegelan.

“Siapapun yang datang untuk membuka segel sekolah PAUD yang merupakan aset Desa Lamba Lamba tidak akan saya izinkan. Kalau ada yang mencoba coba untuk membuka pasti akan saya hadapi,” ungkap Kades Lamba Lamba, Ariming Semmang, yang dihubungi wartawan media ini, melalui sambungan telepon, Jumat (25/7/2025).

Ariming Semmang, menambahkan, bangunan sekolah PAUD Bunda Kasih, dibangun menggunakan anggaran desa. Pihak sekolah PAUD jika ingin membuka segel sekolah harus atas seizin Pemerintah Desa.

“PAUD Bunda Kasih jika ingin membuka kembali sekolahnya silahkan bangun sendiri, tanggungjawab untuk ruangan belajar merupakan tanggung jawab yayasan bukan tanggungjawab Pemdes,” jelasnya.

Kata dia, bangunan sekolah PAUD Bunda Kasih, bukan disegel tapi pihak yayasan sudah setahun tidak menggunakan bangunan sekolah tersebut.

“Ada issu bangunan sekolah PAUD itu akan digunakan pihak desa. Tiba tiba pihak yayasan kebali membuka sekolah PAUD yang sudah 1 tahun tidak beroperasi dan tidak ada isin dari Pemdes,” bebernya.

Lanjutnya, sampai saat ini kami masih tetap menyegel sekolah yang berpolemik tersebut. Pihak Pemdes menulis di bangunan tersebut untuk sementara bangunan ini ditutup.

‘Kami menutup bangunan PAUD itu sementara waktu untuk memastikan aset Pemdes makanya bangunan sekolah itu kami tutup,” tegasnya.

Berita terkait, sekolah PAUD yang ada di Desa Lamba Lamba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) disegel oleh Kepala Desa (Kades Pangale), Rabu (23/7/2025). Akibat aksi penyegelan yang dilakukan oleh Kades tersebut puluhan siswa PAUD Yayasan KB Kasih Bunde terpaksa belajar di rumah warga.

“Aksi penyegelan terhadap PAUD Yayasan KB Kasih Bunda sudah yang kedua kalinya ini. Penyegelan pada awalnya hanya dipicu akibat dari pihak desa tidak sepakat dengan pergantian Kepsek terhadap anak Ketua Yayasan yang diangkat jadi Kepsek karena Ketua Yayasan terangkat menjadi PPPK di Dinas Pendidikan Mateng,” ungkap Anugrah, Ketua Yayasan KB Kasih Bunda, dalam keterangannya melalui sambungan telepon.(m1)

Exit mobile version