Bersama seluruh jajaran DPM, kami mengawal dan mengawasi jalannya Pemilu Raya ini dari awal hingga akhir. Kita ingin membangun kampus ini bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tapi juga tempat menempa karakter dan kepemimpinan.
Kampus adalah replika dari negara, dan Pemilu Raya adalah laboratorium demokrasi tempat kita belajar bagaimana menjadi warga negara yang aktif, berani, dan bertanggung jawab, sambungya.
Tak lupa, Hakim mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Enrekang yang selalu mendampingi dan memberi bimbingan, termasuk membantu menyiapkan alat peraga seperti surat suara, kotak suara, dan bilik pemungutan.
“Ini bukti bahwa sinergi antara mahasiswa, lembaga kampus, dan instansi luar dapat menghadirkan proses demokrasi yang bermakna,” tandasnya.
Hakim berharap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terbentuk nanti akan menjadi ujung tombak perubahan, melahirkan program yang membangun, serta menjadi pelopor gerakan mahasiswa yang berintegritas, berintelektual, dan berjiwa sosial tinggi.
Sementara Ketua KPUM, Muh. Iqbal Syah menyampaikan bahwa kegiatan Pemilu Raya ini merupakan tahapan inti seluruh rangkaian tahapan yang ada.
“Ini momen yang sangat penting, Pemilu ini menjadi gerbang dalam menjaga keberlangsungan estapet kepemimpinan pada lingkup organisasi kemahasiswaan,” katanya.
