Dalam kesempatan itu, Inspektur Upacara AKBP Hari Budiyanto membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial Republik Indonesia.
Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” kutip Hari Budiyanto membuka pidato.
Dalam pidatonya, disampaikan tiga teladan utama dari para pahlawan yang harus diwarisi generasi saat ini.
Pertama, kesabaran para pahlawan dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan.
Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Pasca-kemerdekaan, para pahlawan tidak berebut jabatan, tetapi justru kembali mengabdi kepada rakyat.
Ketiga, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang untuk generasi mendatang, menjadikan perjuangan sebagai bagian dari ibadah.
Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” bunyi pidato tersebut.
