Basarnas Makassar juga telah menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan di seluruh pos dan unit siaga. Arif menyebut terdapat 5 unit siaga di Parepare, Masamba, Morowali, Toraja, serta satu tambahan, dan 3 pos SAR masing-masing di Selayar, Bantaeng, dan Bone.
“Saya sudah meminta semua unit dan pos untuk benar-benar meningkatkan kewaspadaan. Mereka harus siap bergerak setiap saat, mengingat kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi,” tuturnya.
Dalam upaya mitigasi, Basarnas Makassar memperkuat koordinasi dengan berbagai potensi SAR daerah, termasuk TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, Damkar, serta pemerintah kabupaten/kota. Arif menegaskan koordinasi lintas instansi sangat menentukan kecepatan penanganan di lapangan.
Arif juga menyebut sejumlah titik rawan bencana yang terus dipantau, terutama wilayah pegunungan seperti Wajo dan Toraja yang kerap mengalami longsor. Sementara untuk Kota Makassar, potensi banjir kiriman menjadi perhatian utama di kawasan Pacerakkang dan Manggala.
“Jika intensitas hujan tembus tiga hingga empat jam, potensi banjir di Makassar hampir pasti terjadi. Karena itu kami sudah mengantisipasi dengan menyiagakan personel dan peralatan di lokasi-lokasi rawan,” jelasnya.
