Saat ini, Basarnas Makassar memiliki 215 personel yang tersebar di kantor induk, pos SAR, dan unit siaga. Setiap unit diperkuat 12 personel untuk memastikan kecepatan mobilisasi saat bencana muncul.
Arif juga menyinggung insiden terbaru di Bantaeng, di mana curah hujan tinggi sempat menaikkan debit air.
“Personel kami sudah turun memantau, tetapi tidak ada permintaan evakuasi. Situasi terkendali,” katanya.
Basarnas Makassar memastikan seluruh unsur SAR tetap siaga penuh hingga akhir periode peringatan cuaca ekstrem sambil memantau perkembangan kondisi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.(*)
