“Teman-teman membawa isu terkait adanya penarikan paksa dalam mengurus salah satu pemberi fidusia konsumen dipembiayaan ( MUF ), teman-teman aksi di dua titik. Titik pertama di tempat gudang penyimpanan kendaraan yang kemudian dipindahkan ke ( JBA ) sebagai tempat penyimpanan kendaraan konsumen dari ( MUF ),” ujar Fahrul.
Ia menjelaskan, titik kedua aksi dilakukan di kantor (MUF) untuk meminta penjelasan langsung dari pihak kreditur terkait penarikan kendaraan tersebut.
“Kami menyambangi ( MUF ) untuk bagaimana pihak kreditur menjelaskan persoalan konsumen yang mengalami penarikan paksa oleh kuasa pihak ketiga dari kolektor ( MUF ). Insyaallah ( MUF ) akan menyelesaikan persoalan ini secepatnya agar kejadian serupa tidak menimpa konsumen lainnya,” katanya.
Pihak Pembiayaan Terima Massa
Sementara itu, perwakilan ( MUF ), Andry, menyatakan pihak perusahaan menerima aksi unjuk rasa tersebut secara terbuka dan menghargai aspirasi yang disampaikan massa.
“Terkait dengan aksi adik-adik tadi yang datang di kantor kami, kami menerima dengan sangat terbuka dan kami sangat menghargai apa yang menjadi tuntutan mereka. Namun tuntutan ini akan kami pelajari dan kami serahkan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku,” ujar Andry.
