Dari empat indikator utama yang dirilis BPS, tiga indikator menunjukkan tren positif, yaitu pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan penurunan Gini Ratio. Sementara itu, satu indikator yang menjadi perhatian adalah meningkatnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Data terbaru mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada 2025 mencapai 5,36 persen dengan tren inklusivitas yang relatif terjaga hingga September 2025. Penurunan kemiskinan dan ketimpangan menjadi sinyal bahwa pembangunan mulai memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Namun demikian, peningkatan TPT pada periode Agustus hingga November 2025 serta kenaikan tipis ketimpangan di wilayah perdesaan menunjukkan bahwa kualitas pertumbuhan masih perlu diperkuat agar mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan.
Bapperida Sulbar mengidentifikasi beberapa isu strategis yang perlu mendapat perhatian kebijakan ke depan. Pertama, pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya bersifat padat karya, terlihat dari meningkatnya pengangguran di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Kedua, ketimpangan di wilayah perdesaan menunjukkan kenaikan tipis meskipun Gini Ratio total menurun. Ketiga, tingkat pengangguran perempuan dan masyarakat perkotaan relatif lebih tinggi, mengindikasikan adanya persoalan struktural terkait akses kerja dan kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar.
