Maka di tengah lanskap geopolitik global yang “terkotak-kotak” dan rapuh konflik, terbuka urgensiIndonesia untuk menjembatani perbedaan dan mendorong dialog konstruktif antarnegara, sekaligus menginisiasi pemufakatan perdamaian yang berbasis keadilan dan kemanusiaan demi terwujudnya perdamaian abadi di tengah pergaulan dunia.
Semua ini, menurut Idrus Marham, harus dijadikanpertimbangan yang terang benderang, dalam memahami argument penting kunjungan Presiden keWashington DC, Amerika Serikat. Bahkan Golkaringin lebih menegaskan, bahwa ini bukan sekadarkunjungan kenegaraan biasa, melainkan representasidari komitmen bangsa Indonesia dalam panggungdunia.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo bertolakke Washington DC pada Senin 16 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadaliaserta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Dan Presiden berangkat bukan semata-mata karena “undangan” tapi lebih dari itu, ada “amanah” muliasebagaimana pembukaan UUD 1945: ikutmelaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial“ Jadi ada moral force, di situ!” tegas Idrus!
