Personel kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Polisi juga telah melakukan pengumpulan bahan keterangan terhadap saksi-saksi serta pendataan korban dan kerugian materil.
Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi kejadian hingga saat ini dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.
Kapolres Enrekang melalui Kapolsek Anggeraja, Iptu Edy Siswoyo mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan kompor gas serta rutin memeriksa kondisi selang dan regulator tabung gas guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.
Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan memastikan peralatan memasak dalam kondisi baik sebelum digunakan,” tutupnya.
Peristiwa kebakaran ini menjadi catatan tersendiri bagi warga Enrekang. Pasalnya, selang empat hari sebelumnya, tepatnya pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 10.25 Wita, kebakaran juga melanda satu unit rumah berbahan kayu permanen yang sekaligus difungsikan sebagai toko di Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla, yang berbatasan dengan Kecamatan Anggeraja.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp1 miliar. Rumah tersebut diketahui milik Rahmawati. (Tim/JTV)
