Edukasi

DKPPKB Sulbar Dorong Penguatan Data Gizi, Kunci Percepatan Penurunan Stunting

23

Selain tantangan intervensi gizi, kualitas data rutin juga masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari ketidaktepatan pengukuran antropometri, ketidaklengkapan dan ketidaksesuaian data, hingga rendahnya pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan, pemerintah telah mengembangkan aplikasi digital seperti SigiziKesga–Pelita Kesmas dan web monitoring stunting. Namun, pemanfaatannya dinilai masih belum optimal dan memerlukan peningkatan kapasitas teknis petugas serta penguatan budaya kerja berbasis data.

Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa penguatan sistem data menjadi prioritas strategis dalam pembangunan kesehatan daerah.

“Ke depan, kami mendorong agar seluruh pengelola program tidak hanya fokus pada pelaporan, tetapi juga mampu memanfaatkan data sebagai alat kendali program. Dengan demikian, setiap intervensi yang dilakukan benar-benar berbasis kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya.

Exit mobile version