Tak berhenti di situ, Baharuddin juga menyoroti pentingnya standar produksi konten, etika jurnalistik, hingga pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT).
Semua itu bagian penting dalam memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai organisasi modern yang unggul dalam komunikasi publik,” imbuhnya.
Yang paling menarik, pelatihan ini dinilai sangat relevan dengan momentum Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang tengah berlangsung di UNIMEN.
Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan eksposur dan kepercayaan publik terhadap UNIMEN,” tambah Baharuddin.
Ia berharap, hasil dari pelatihan tiga hari ini tak hanya dirasakan oleh dirinya pribadi, tapi juga mampu mendorong Pimpinan Daerah Muhammadiyah serta seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah.
Targetnya jelas: menjadi garda terdepan dalam mengelola komunikasi digital yang efektif, beretika, dan berkemajuan.
Dengan begitu, di tengah arus transformasi digital yang makin dinamis, reputasi organisasi tetap terjaga, makin kuat, dan terus dipercaya masyarakat luas.
