Ia menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan sejak satu bulan sebelumnya kepada Pemerintah Kota Makassar dan Kecamatan Tamalate, termasuk permintaan penggunaan aula, menghadirkan peserta dari unsur tokoh masyarakat, pemuda, ketua RT/RW, serta penunjukan liaison officer (LO).
“Kami sudah menyurat jauh hari, bahkan dua minggu sebelum kegiatan kami intens berkoordinasi. Tetapi sampai pukul 10.00 Wita, tidak ada peserta yang hadir. Ini yang membuat kami merasa tidak dihargai,” tegasnya.
Menurut Hidayat, MAKI merupakan salah satu dari empat lembaga kesejahteraan sosial (LKS) bidang narkotika yang terdaftar dan memiliki SKT dari Dinas Sosial Kota Makassar. Ia menilai, semangat kolaborasi dalam mendukung program “Makassar Bersinar” seharusnya mendapat dukungan penuh.
“Kami bergerak dengan anggaran mandiri tanpa membebani pemerintah. Niat kami ingin bersinergi mendukung program prioritas wali kota dalam penanganan narkoba, tapi justru tercederai dengan kondisi seperti ini,” tambahnya.
