“Kami ingin setiap kelurahan memiliki anggota pengawas yang mendampingi masyarakat dalam pencegahan narkoba. Ini komitmen kami untuk menjaga generasi dari ancaman narkotika,” tutup Yusri.
Sementara itu, penjelasan dari pihak Pemerintah Kecamatan Tamalate melalui Sekretaris Saddan Musba, menyampaikan permohonan maaf atas tertundanya kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan bahwa ini murni kesalahan prosedur persuratan. Undangan tidak terdistribusi dengan baik ke pihak kelurahan maupun tokoh masyarakat,” ujar Saddan saat menclarfikasi batalnya kegiatan tersebut di Daun Coffe Jalan Daeng Tata Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya koordinasi telah dilakukan bersama panitia MAKI Sulsel, bahkan melibatkan unsur kepolisian. Namun, terjadi miskomunikasi dalam pendistribusian undangan ke peserta.
“Kami akui ada keterlambatan dalam mendistribusikan undangan ke masing-masing kelurahan. Itu menjadi tanggung jawab kami,” tambahnya.
