“Potensi sumber daya ekonomi dalam negeri harus dikembangkan agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,”ujarnya.
Ia juga menilai dominasi impor menjadi salah satu penyebab tingginya penggunaan dolar dibanding rupiah. Karena itu, potensi sumber daya alam Indonesia perlu menjadi sektor utama yang dikembangkan demi memperkuat ekonomi nasional.
Selain itu, Prof. Tahir turut menyinggung dampak konflik geopolitik dunia terhadap Indonesia, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurutnya, penutupan Selat Hormuz berdampak besar terhadap ekonomi global karena hampir 20 persen distribusi minyak dunia melewati jalur tersebut.
“Indonesia sebenarnya memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya minyak bumi. Namun pengelolaannya belum maksimal karena masih adanya mafia minyak dan praktik korupsi,”katanya.
Ia menegaskan, apabila sumber daya alam Indonesia dapat dikelola secara optimal dan bebas dari korupsi, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan Indonesia tidak terlalu terdampak konflik global.
