Berita

FAO Menempatkan Indonesia Sebagai Produsen Beras Terbesar Di Asia Tenggara, Akhir Periode Pemasaran 2026/2027 Akan Mencapai 213,8 Juta Ton

11

Jakarta, Jurnaltivi.com – Laporan resmi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam edisi Food Outlook terbitan Juni 2026 menegaskan posisi kuat Indonesia di kancah pangan dunia. Dokumen yang dikutip Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Minggu (21/6/2026) menyebutkan bahwa Indonesia berhasil mencatat peningkatan jumlah stok beras sekaligus menjaga kestabilan harga di tingkat petani — pencapaian yang turut menjadi penopang utama kelancaran cadangan beras global.

Secara keseluruhan, FAO memperkirakan cadangan beras dunia pada akhir periode pemasaran 2026/2027 akan mencapai 213,8 juta ton. Angka ini merupakan yang tertinggi kedua dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

Di dalamnya, kontribusi Indonesia sangat signifikan: stok nasional diproyeksikan mencapai 7,5 juta ton pada periode 2025/2026, dan berpotensi bertambah lagi menjadi 7,8 juta ton pada 2026/2027. Kondisi ini membuka peluang luas bagi Indonesia untuk tampil aktif sebagai negara pengekspor beras di masa depan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, memberikan penegasan langsung mengenai ketersediaan persediaan dalam negeri. Hingga awal Juni 2026, Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai 5,2 juta ton — jauh melebihi kapasitas gudang resmi sebesar 3 juta ton. Untuk mengakomodasi jumlah yang melimpah tersebut, pihak pengelola saat ini menyewa ruang penyimpanan tambahan sebesar 2,2 juta ton yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat produksi utama.

Exit mobile version