Usai pembacaan doa, prosesi tabur bunga dilakukan di area makam. Kapolres Enrekang memulai prosesi, kemudian diikuti seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi momen refleksi atas nilai-nilai perjuangan yang diwariskan.
Bagi Kapolres Enrekang, ziarah dan tabur bunga bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menilai kegiatan ini penting untuk menumbuhkan kembali semangat pengabdian, loyalitas, dan keteladanan dalam bertugas.
Melalui ziarah ini, seluruh personel diingatkan bahwa pengabdian Polri hari ini merupakan kelanjutan dari perjuangan para pahlawan. Semangat rela berkorban, integritas, dan dedikasi harus terus menjadi landasan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Hari Budiyanto dalam keterangannya, Selasa.
Ia menambahkan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi bagi jajaran Polri untuk memperkuat kehadiran institusi di tengah masyarakat. Pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap dinamika sosial menjadi kunci utama.
