Kolaborasi sebelas organisasi lintas agama dan lembaga kerukunan ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat toleransi, serta membangun ketahanan nasional melalui sinergi antarumat beragama.
Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bersatu menghadapi berbagai tantangan kebangsaan sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Nadjamuddin Abduh Shafa, Lc., M.A., menegaskan bahwa seluruh agama mengajarkan nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan.
“Hari ini kita berkumpul untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga persatuan, kebersamaan, serta membangun kehidupan yang damai dan harmonis. Apa pun latar belakang agama kita, seluruh agama mengajarkan umatnya hidup berdampingan dalam kedamaian. Karena itu, mari terus menjaga persatuan dan bersama-sama mewujudkan Sulawesi Selatan yang damai, rukun, dan harmonis,” ujarnya.
