BeritaEdukasiNasionalSorotan

Makassar Jadi Simbol Kolaborasi Lintas Agama, 11 Organisasi Bersatu Tolak IRET

120

Prof Muammar Bakry : keberagaman merupakan kekuatan untuk memperkokoh persatuan

Mallingkai menambahkan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa saat ini tidak hanya hadir dalam bentuk aksi kekerasan, tetapi juga melalui penyebaran ujaran kebencian, provokasi, hoaks, serta narasi intoleransi di ruang digital.

“Karena itu, kampanye ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ini adalah awal dari gerakan bersama yang harus hidup di tengah masyarakat. Kita ingin menghadirkan ruang-ruang publik sebagai ruang edukasi, ruang dialog, dan ruang kolaborasi untuk memperkuat toleransi, memperkokoh persaudaraan, serta membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama.”

Ia juga mengajak generasi muda menjadi pelopor perdamaian dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan narasi positif, memperkuat literasi digital, dan menangkal penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Pertimbangan PGIW Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Pdt. Adrie O. Massie; Ketua Komisi Kerasulan Awam dan Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Makassar, Pastor Albert Arina; Ketua PHDI Sulawesi Selatan, Gede Durahman; Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Yongris Lao; perwakilan DPD WALUBI Sulawesi Selatan, Vicky Relwani; Ketua MATAKIN Sulawesi Selatan, dr. Ferdy Sutono; Ketua FKLA Sulawesi Selatan, Prof. Mustari Bosra; Sekretaris PELITA FKUB Sulawesi Selatan, Sultriana; Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astutik; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad; Sekretaris PW Muslimat NU Sulawesi Selatan, Hj. Mardiwaty Yunus; serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, dan pegiat kerukunan dari berbagai agama.

Exit mobile version