Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustadz Ilham Ashari Almubarak, S.Pd.I mengatakan kita berbicara kisah tapi tidak pernah kita ketemu Nabi hari ini mengset kita rubah katanya meneladani rasul diceritakan kisahnya tapi apa yang terjadi sampai hari ini masih segelincir orang paham tentang makna rasul yang mana rasul sebebarnya hanya segelincir orang paham lalu mau menyelematkan makna rasul, mau lihat orang pergi maulid apa dilihat bayao, ember ini tipu daya, ini tradisi hanya belo-belo nasen ogie yang penting seutama-utamanya adalah bagaimana anda mengenal rasul, apa rasul itu ada sampai hari ini ada kita semua cuma kita tidak digunakan hidupkan Rasul pada diri kita.
Maka pada hari ini saya menggugah hadirin hadirat hidupkan Rasul setiap diri kita sehingga lahir takjim, lahir keyakinan kita betul-betul kepada Allah SWT, Bagaimana caranya mengenal rasul, pertama hidupkan kembali rasul-rasul pada diri kita, bagaimana menghidupkan makanya kalau kita buka Alquran nisat Aqimi salata sikri dirikan shalat untuk mengingat, mana lebih tinggi kedudukannya mengingat atau sadar lebih tinggi sadar katanya orang kalau dinasehati tetangganya, warganya, anaknya ingat ko tapi tidak sadar. Yang seutama-utamanya adalah bangun nilai kesadaran, bagaimana menghidupkan teladan rasul bangun nilai kesadaran yang mana itu kesadaran sadar diri, siapa diri ini, diri ini lahir siapa yang punya, mata ini siapa yang punya, pendengaran siapa yang punya, penciuman siapa yang punya Allah. makanya makna Adam Nabi Adam manusia pertama diciptakan oleh Allah, ” kata Ustadz Ilham Ashari Almubarak.















