Pasangkayu, Jurnaltivi.com – Kasus sengketa lahan perkebunan kelapa sawit antara warga Lariang, dengan PT Letawa salah satu anak perusahan Astra Group di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, tak kunjung tuntas.
Membuat warga desa lariang kembali mendatangi DPRD Pasangkayu, dimana dalam pertemuan antara warga dengan pihak DPRD dengan gugus tugas hasil rekomendasi pansus DPRD yang mana juga menghadirkan pihak BPN sempat menjadi tegang.
Ketegangan terjadi saat warga mendesak pihak BPN melakukan pengukuran, dimana warga mengklaim perkebunan kelapa sawit di Afdeling Golf telah di ingklaf dan tak lagi masuk dalam peta HGU milik PT. Letawa.
Namun pihak BPN berdalih, tak melakukan pengukuran sebab pemilik lahan yakni PT Letawa tak meminta dilakukannya pengukuran. Sementara dalam pertemuan di DPRD Pasangkayu pihak perusahan tak hadir.
Padahal kasus sengketa lahan di afdeling golf antara warga desa lariang dengan pihak PT. Letawa salah satu anak perusahan Astra Group, sudah berlangsung sejak dari tahun 1994. Namun hingga kini tak kunjung tuntas.















